• Kamis, 6 Oktober 2022

Update Kasus Penimbunan Beras Bansos Di Depok: Polisi Menghentikan Penyelidikan Karena Tidak Ada Unsur Pidana

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:36 WIB
Ilustrasi, Hotman Paris akan melaporkan Rudi Samin ke polisi terkait dugaan fitnah JNE mengubur beras di Depok. (Pexels/ kat wilcox)
Ilustrasi, Hotman Paris akan melaporkan Rudi Samin ke polisi terkait dugaan fitnah JNE mengubur beras di Depok. (Pexels/ kat wilcox)

Orandmaybe.com - Beras Bansos ditemukan ditimbun di lahan kosong milik masyarakat Bernama Rudi Saimin. Penemuan tersebut tepatnya di sekitar Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok.

Beras Bansos yang ditemukan Rudi Saimin berawal dari laporan seorang karyawan JNE, perusahaan jasa pengiriman di seberang lokasi penimbunan.  Selanjutnya Rudi melakukan penggalian dan ditemukan beras bansos yang ditimbun

Beras bansos yang ditimbun diduga selama dua tahun tersebut diselidiki oleh penyidik. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kasus beras bantuan sosial (bansos) yang dikubur di Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.  Pada Konferensi pers Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. "Sampai saat ini tidak ditemukan unsur pidana, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga: Menteri Kominfo penuhi Undangan Podcast Deddy Corbuzier untuk bahas PSE

Bansos ditimbun 2 tahun

Kemudian beras bansos yang ditanam ini adalah beras yang rusak. Zulpan menjelaskan, alasan pihak JNE melakukan penguburan beras bansos yang rusak itu karena kondisi beras yang sudah tak layak dibagikan ke masyarakat yang berhak menerima bansos.

Menurut Auliansyah, alasan lain kasus dihentikan karena beras yang dipendam di lahan tersebut sudah dalam kondisi rusak. 

Diketahui, beras yang dibawa dari gudang di Jawa Timur terkena hujan dan rusak setibanya di Depok. "Saat itu hujan sehingga kendaraan yang membawa beras tersebut tidak tertutup, akhirnya beras itu terkena hujan," kata Auliansyah.  Pihak kantor ekspedisi itu pun memutuskan mengganti beras bantuan tersebut dan memusnahkannya dengan cara dikubur.

Penguburan itu, kata Zulpan merupakan salah satu mekanisme perusahaan yang berlaku di JNE. "Kenapa ditanam karena ini mekanisme yang dimiliki JNE sebagai perusahaan dalam memusnahkan barang yang rusak. Jadi penanaman dalam rangka pemusnahan barang rusak," ujar Zulpan.

Halaman:

Editor: Robi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X